Sunday, December 16, 2018

Katanya Sih Lagi Hiatus

Terakhir aku posting sesuatu di blog itu sekitar dua minggu lalu. Gak nyangka sudah selama itu aku tidak menyentuh blog ini. Padahal baru aja 7 post, udah gaya-gayaan hiatus. Dasar goblog emang gue ini.

Iya gaes, baru baru ini aku lagi sibuk dengan UAS. Jadi, maafkan jika blog ini nggak aktif walaupun kenyataannya emang sepi banget. Sebenarnya selama ini aku ingat kalau aku punya blog dan banyak cerita yang ingin kubagikan ke kalian semua. Tapi ya tahu sendiri deh, gimana akhirnya kalau bocah kroco nyoba-nyoba ngeblog.

Bagi bagi rahasia nih, setiap kali gue ngepost sesuatu yang baca cuma 2. Aku yakin sekali 1 pasti botnya google 1 nya lagi dari bloggernya. Mengetahui hal itu, aku jadi males ngeblog. Serasa ngeblog ini nggak ada artinya lagi. Tapi sekarang aku sadar, semua itu gaada yang instan. Siapa tahu nanti ada juga yang akhirnya baca post aku terus suka. Semoga aja itu terjadi.

Jadi, aku minta maaf ya kalau aku jadi malas ngeblog. Semoga aja nanti aku nggak akan hiatus hiatus palsu lagi kayak sekarang. Mohon dukungan ya, bye bye. 

Thursday, November 29, 2018

Andaikan Hidup Semudah Bermain The Sims

"Yak, mumpung sekarang sudah selesai UAS, Ibu akan memberikan kalian PR membuat mindmap Genre of the Text sama buat teks laporan minimal 200 kata. Dikumpulkan besok pagi sebelum bel jam pertama. Bagi yang tidak bisa datang pagi silakan dikondisikan, kalian sudah SMA." "Karena waktu kita tinggal sedikit dan materi 1 semester ini harus selesai, minggu depan semua PPT PKn dan soal beserta jawabannya sudah harus selesai." "Kerjakan halaman 48, 51, 53, 55. Besok yang belum kerja nyanyi 2 lagu mandarin!"

Kata demi kata yang diucapkan guru menerpa kami layaknya angin malam berhembus mencekam tulang dan raga. Tas sehari-hari yang kami pikul serasa semakin berat hari demi hari. Beberapa tidak lagi memasukkan bukunya ke dalam tas, melainkan dibawa di tangan layaknya kutu buku. Suasana UAS yang seharusnya melegakan tidak terlalu terasa kali ini. Sekolah telah memajukan jadwal dengan tujuan setelah UAS kita melanjutkan pembelajaran untuk menyicil materi semester 6 yang mengantre. Setidaknya, hal ini hanya bertahan selama dua minggu.

Jam 10, waktunya siswa pulang. Dengan tas yang berat aku berjalan menuju parkiran motor, sesegera mungkin memanasi moge kesayangan dan lari dari sekolah ini. Rasanya sudah cukup sekian dulu aku berada di sekolah kesayanganku. Kini biarkan aku beristirahat di istana kecil nan nyaman. Aku keluarkan laptop kemudian tanpa berlama-lama aku membuka 'The Sims 4'. Sebuah permainan kehidupan manusia virtual yang dikendalikan manusia asli.

Sebagai seorang gamer, makhlum saja bila aku mampu menghabiskan waktu hanya pada setumpuk program yang terintegrasi ini. Namun, dimana ada suka disitu ada saja yang tak suka. Begitulah orang tua yang mengetahui anak kesayangannya bermain game. Teguran demi teguran pun melayang. Entah sempat atau tidak teguran itu tersimpan dalam memori karena pikiran langsung dipenuhi dengan rasa sumpek yang tak terbendung. Sambil bersungut-sungut aku mematikan laptop dan langusng berbaring di kasur. Aku hanya ingat perintah terakhir dari orang tua adala belajar, belajar, dan belajar.

Aku tidak paham apa yang mereka pikirkan. Mereka akui nilaiku cukup bagus, namun aku merasa mereka masih merasa kurang. Ingin ku meledak dan membakar semua yang menghambatku untuk menjadi bahagia. Hanya saja, yang kutahu adalah mereka hanya ingin yang terbaik untukku. Lagipula, secara fisik aku tidak mampu meledak. Amarah itu kini terpendam dalam tidur yang amat pulas.

Di dalam tidur, kuingat mimpi aku bermain game itu, 'The Sims 4'. Dan aku berpikir bagaimana rasanya bila hidup kita bisa diatur semudah di game tersebut. Semua bisa diwujudkan hanya dengan serangkaian ketikan mouse. Ingin bekerja, cari dan anda langsung diterima. Naik pangkat? Kerja aja yang bener niscaya 3-4 hari pangkatmu naik. Mendapat jodoh pun serasa menyelesaikan rumus trigonometri sederhana, tidak sesulit dan serumit aslinya. Kurang uang? Cheat aja. Mati? Exit terus load game, respawn seketika. 

Sayangnya, kesempurnaan hidup tersebut sirna tepat ketika aku terbangun. Mimpi tersebut menjadi obsesi sesaat ketika ku terjaga kemudian. Aku ingin hidupku sempurna, mudah, dan tak ada beban seperti 'The Sims 4'. Dan aku bertanya-tanya, apa yang akan terjadi selain diriku menjadi bahagia?
Sejenak aku termenung memikirkan hal sepele itu.

"Apakah jika hidup seperti itu manusia tidak merasa bosan?" Hal seperti itu bahkan lebih monoton daripada kegiatanku selama ini. Tapi sisi positif nya adalah kita bisa mengendalikan nasib kita sendiri. Menjadi siapapun yang kita mau apapun kondisinya. Tidak ada jalan berliku untuk menuju kebahagiaan. Tapi coba pikir, bisakah kita lakukan di dunia nyata ini?

Kenyataanya nasib kita ditentukan oleh Tuhan dan hanya Ia yang tahu apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya. Selain itu, kebahagiaan juga diperoleh melalui perjuangan panjang yang membutuhkan pengorbanan. Namun, kita bisa menjadi siapa yang kita mau selama syarat-syaratnya bisa terpenuhi. Nyatanya, tanpa itu semua kita tidak akan bahagia. Coba semua orang kaya, apakah mereka akan bahagia atas kekayaan mereka? Tidak kan?

Karena hal itulah, kita harus bersyukur pada Tuhan pencipta kita. Karena berkatnya kita masih bernafas sampai kini. Karenanya kita dapat merasa bahagia seperti sekarang. Oleh karena itu, hadapilah hidup yang penuh tantangan dan rintangan ini. Bekerja keraslah dan raihlah hasil semaksimal mungkin. Jangan lupa bersyukur selalu kepada Tuhan atas apa yang telah diperoleh.
Tetap bersemangat!

Timnas Oh Timnas

timnas
Timnas oh timnas
FT : Indonesia 0-0 Filipina. Tepat setelah peluit panjang berbunyi aku langsung mengganti channel TV ku agar tidak larut dalam kekecewaan setelah timnas gagal mengalahkan Filipina. Bagaimana nggak kecewa coba, setelah kalah 0-1 dari Singapura terus dipastikan tidak lolos fase grup sebagai hasil kekalahan 4-2 dari Thailand, sekarang cuma bisa cetak skor kacamata lawan Filipina. Selain aku, masih banyak banget orang yang juga kecewa sama hasil yang diraih timnas.

Padahal kalau dilihat di atas kertas, peluang timnas untuk lolos besar banget. Lihat aja deh skuad yang diusung coach Bima Sakti, semuanya pemain terbaik di negeri kita. Ada Lilipaly, Andik, Evan Dimas, Hansamu, dan 19 pemain pilihan lainnya. Tapi entah mengapa kesempatan timnas untuk lolos lenyap begitu saja. Apalagi ketika kita kalah lawan Singapura yang kalian tahu sendiri jumlah penduduknya gak banding sama kita.

Tanggapan dari netizen juga macam-macam. Yang sekarang lagi ngetrend banget itu adalah hashtag #MenangKalahGarudaDiDadaku. Menurutku sih ini adalah bentuk respect rakyat Indonesia atas kerja keras dan perjuangan timnas walaupun singkat. Sekaligus menunjukkan kalau mereka cinta negara ini. Itung itung lumayan lah walaupun timnas kalah tapi rasa nasionalisme rakyat setidaknya meningkat.

#MenangKalahGarudaDiDadaku
#MenangKalahGarudaDiDadaku

Kemudian belakangan ini muncul juga hashtag #EdyOut . Kalau kalian nonton timnas vs Filipina, kalian pasti sempat dengar chant "Edy Out". Dilansir dari berbagai media, chant ini berasal dari tribun selatan GBK yang ditempati sama supporter Indonesia bernama 'Ultras Garuda'. Selain itu, mereka juga menggemakan chant "Wartawan harus baik", sebagai sindiran kepada Edy Rahmayadi setelah berkomentar pada press conference. Menurutku ini merupakan bentuk protes dan kekecewaan supporter dengan PSSI selaku badan yang mengurusi timnas.

Edy Rahmayadi
Netizen kejem juga ya
Sebenarnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi performa timnas selama perhelatan Suzuki AFF Cup 2018. Nah faktor ini yang mau gua bahas bareng kalian. Faktor tersebut menurut gua adalah sebagai berikut :

1. Timnas Kurang Persiapan
Kurangnya persiapan ini sebenarnya merupakan hasil bentrok jadwal antara jadwal AFF Cup dan Liga 1. Para pemain tidak dapat fokus pada timnas sebab mereka juga harus membela klub di liga. Oleh sebab itu, kondisi fisik dan mental terpecah. Lagipula, menurutku PSSI terkesan 'tidak mengurusi' kondisi ini. Akibatnya adalah waktu persiapan dan latihan menjadi sempit.

2. Penggantian Pelatih Secara Mendadak
Coach itu ibarat guru dan pemain adalah muridnya. Bayangkan ketika kalian mengikuti sebuah lomba penting dan tiba - tiba guru kamu diganti sama orang lain. Sebagus apapun gurunya, murid perlu waktu adaptasi dengan sang guru. Sama seperti timnas, pergantian pelatih dari yang sebelumnya dilatih Luis Milla kemudian mejadi Bima Sakti terjadi mendadak. Walaupun Bima Sakti sudah menjadi assistennya cukup lama, tetap saja persiapan timnas menjadi lebih susah.

3. Korban 'Salah Asuh' PSSI
Menurutku inilah yang menjadi penyebab utama daftar panjang kegagalan timnas di berbagai ajang dunia. Sebagai komite yang mengurusi sepak bola Indonesia, seharusnya mereka lebih serius dalam menangani timnas, termasuk mengatur jadwal liga dan persiapan. Pendapatku sih, di dalam PSSI pasti ada masalah internal yang mengganggu mereka. Termasuk kualitas manajemen yang menurutku bernilai 3/10. Masa dari 250 juta penduduk dengan segudang bakat kalah sama ladyboy (No offense ya bercanda doang wkwkwkwk). Yang bener aja lu! Ditambah lagi target PSSI adalah juara, tapi tanpa usaha serius. Ngibul gak?

Terlepas dari faktor tersebut, masih ada banyak faktor kecil lain yang juga memengaruhi performa timnas selama AFF Cup. Menurut kalian, apa yang menjadi faktor utama kegagalan Timnas Garuda di AFF Cup 2018? Coba kalian tulis komentar kalian di kolom komentar tentang timnas. Jangan lupa doakan juga semoga kedepannya timnas menjadi lebih baik.


Saturday, November 24, 2018

Selamat Hari Guru Nasional

Sebelumnya kalian ingat nggak kalau hari ini adalah Hari Guru Nasional ? 95% pasti nggak ingat bahkan nggak tau kalau hari ini adalah Hari Guru Nasional. Aku juga lupa sih kalau hari ini itu Hari Guru, tapi jadi ingat soalnya hari ini ada upacara wkwkwk. Jadi guys, di negara kita setiap tanggal 25 November itu diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Tujuannya itu untuk menghormati dan memberi penghargaan kepada guru atas jasanya dalam mendidik generasi muda Bangsa Indonesia. Tanggal 25 November dipilih karena hari ini bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

hari guru 2018
Ini adalah logo Hari Guru Nasional tahun 2018
Untuk merayakan hari guru ini biasanya diadakan upacara di sekolah dan dinas pendidikan setempat. Kadang di sekolah-sekolah tertentu hari ini dijadikan ajang untuk memberi penghargaan kepada guru kita. Contohnya seperti di sekolah gua, dimana di tengah-tengah amanat upacara kita menyayikan lagu 'Hymne Guru' kemudian anak OSIS membagikan bunga mawar segar kepada semua guru yang ada di lapangan upacara. Aku jadi penasaran gimana cara sekolah kalian merayakan hari guru. Yang mau bagi cerita tulis aja di kolom komentar ya!

By the way guys, rasanya kurang greget kalau merayakan hari guru tanpa membicarakan guru itu sendiri. Spesial buat merayakan hari ini, kita akan berbicara tentang guru killer. Guru killer? Gurunya tukang jagal? Yang nggak tau guru killer ndeso!

Di sekolah kalian pasti ada yang namanya guru killer. Guru ini adalah tipe guru yang akan dikenang sepanjang masa oleh siswa yang diajarnya. Kok bisa? Biasanya ada kesan-kesan yang membuat siswa itu segan atau malah takut sama guru satu ini. Guru killer itu macam-macam, ada yang galak bagaikan macan yang siap menerkam siswa, ada yang super disiplin seperti Kim Jong Il (Bapaknya Kim Jong Un), ada juga yang suka main nilai kayak playboy main cewek, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bicara tentang sekolah gue, gurunya itu ada 80 lebih. Guru yang tergolong killer ada sekitar 8. Jadi mungkin ada 10% guru yang tergolong killer di setiap sekolah. Kalau lebih ya gue cuma bisa bilang, "Mampus lu! Makan tuh guru killer!"

guru killer
Ilustrasi aja udah creepy, gimana real life nya?

Andai kata kalian diajar oleh guru ini, kalian pasti mengalami jantungan, kebingungan, muncul amarah dan dendam, dan kelas menjadi horor. 1 jam pelajaran terasa seperti 1 hari 1 malam. Kalian jadi seperti tokoh utama film 'Azab Siswa Durhaka Sama Gurunya'. Tapi tenang aja, gua punya tips untuk menghadapi guru killer kalian. Ini dia tipsnya :

1. Kenali Gurumu
Berusahalah untuk mengenali guru anda sekalipun anda tidak mau mengingatnya dalam hidup. Temukan apa yang membuat dia berbuat demikian sehingga kalian menjadi takut. Jika sudah tahu, maka gunakan itu sebagai taktik supaya guru tidak melakukan hal yang bikin kalian tidak betah belajar. Atau gunakan untuk melunakkan hati beliau. Siapa tahu hati kecilnya tersentuh dan jadi guru chiller.

good guy greg
Contoh yang baik sekaligus barokah
Contohnya nih, gua punya guru yang pelit nilai setengah mati. Saking pelitnya, pada ulangan pertama dari 91 anak hanya ada 1 anak yang tuntas. Gua cari apa yang bikin dia pelit nilai, ternyata dia mau jawaban dan cara persis per kata dan per huruf seperti yang dia ajarkan. Yaudah, setiap kali pelajaran dia gua pasang kuping dan pakai jurus copy paste no jutsu. Alhasil gua termasuk siswa yang nilainya tuntas pada ulangan selanjutnya.

2. Bersikaplah Aktif dan Baik
Guru mana yang tidak suka ketika anak didiknya aktif? Biasanya saking killernya, kelas yang kayak pasar bisa jadi kelas mati. Terus gurunya malah makin menjadi-jadi. Makanya cobalah untuk bertanya dan menjawab apa yang dibicarakan oleh guru itu. Tapi ingat, jangan kebanyakan tanya. Tunggu dia selesai berbicara barulah bertanya. Selain itu ingat juga tips pertama tadi, soalnya ada juga guru yang nggak suka muridnya tanya banyak. Bersikaplah baik pula biar kamu jauh dari masalah sama dia.

3. Belajar Menerima Apa Adanya

willy wonka
Setuju!

Di sekolah gue, dalam satu angkatan satu mapel bisa diajar 3 guru berbeda. Udah berkali-kali kelas gue pas kedapetan yang killer. Ini nggak tahu kelasnya apa aku aja yang bernasib sial selama di SMA. Tapi masa terus gua protes ke sekolah minta ganti guru gitu? Atau mogok belajar karena gurunya nggak enak? Nggak kan! Kalau lagi dimarahin ya dengerin aja, jadiin pelajaran buat bahan instropeksi diri aja. Intinya kawan, apapun yang telah diberikan pada kita, terimalah apa adanya dengan tulus. Cobalah untuk mengubah kesan negatif menjadi kesan positif alias bawa positif thinking aja bro. Kalau udah kayak gini, dijamin guru sekiller apapun jadi enak. Serius! Enjoy aja!

4. Ada Masalah? Bicarakan Baik-Baik
Sekarang ini abad 21, generasi millenial. Biasanya kalau ada pendapat yang berbeda, mereka akan berusaha mengekspresikan pendapatnya. Kadang kita juga nggak terima dengan keputusan guru, terus kita jadi 'nyolot' atau melakukan protes berlebih kepada guru. Aku tekankan ya guys, perbuatan seperti itu DILARANG! Kalau ada masalah, bicarakan baik-baik. Mereka adalah orang yang lebih tua dari kita dan aku yakin semua pendidikan moral mengajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua. Apabila permasalahan kalian menemukan jalan buntu, cobalah untuk minta pertolongan guru lain untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, dilarang keras nyolot ke guru!

Terlepas dari semua hal diatas, sadarilah bahwa sejatinya tidak ada guru yang mau berbuat jahat kepada anak didiknya. Mereka melakukan hal-hal tersebut dengan tujuan mendidik kita, supaya kita menjadi manusia yang lebih manusiawi. Mungkin cara mereka salah di mata kita, namun ia melakukannya untuk kebaikan kita kelak. Sekiller-killernya guru, mereka juga manusia dan merupakan orang tua kita di sekolah. Oleh karena itu, kita harus menghormati semua guru tak terkecuali guru killer kesayangan kalian wkwkwkwk. Aku rasa sampai disini dulu pertemuan kita. Selamat Hari Guru semua!



Tuesday, November 20, 2018

Mamanya Anjay



Kalau aku jadi orang tua dan tahu anakku akan mewakili sekolah untuk lomba, aku pasti senang banget. Ada rasa-rasa berhasil menjadi orang tua gitu, bisa membesarkan anak sehingga sudah bisa dipercaya mengemban beban pada usia muda. Tapi sepertinya tidak semua orang tua senang kalau anaknya ikut lomba. Memangnya, orang tua mana yang gak suka anaknya ikut lomba? Ada kok, kebetulan dia orang tua teman aku sendiri.

Pengenalan sedikit nih, aku dan dia sudah sering ikut lomba. Aku sama dia selalu satu tim, aku pegang materi fisika, dia biologinya. Kalau ada lomba kedokteran dan materinya campur, aku sama dia pasti satu tim. Udah sejak kelas 10 kita lomba bareng, tapi saat kelas 11 kita mulai jarang lomba bareng nggak tau kenapa. Terus kita sekarang kelas 12, saat-saat 'mborong' piala gitu. Pengalaman sudah ada, ilmu sudah penuh, eh dianya nggak mau ikut. Kalau kalian ada di posisiku, kira-kira kecewa gak? Aku sih yes.

Aku yang bersemangat saat itu nggak terima kalau dia nggak ikut lomba, apalagi yang akan kita ikuti adalah lomba kedokteran yang istilahnya paling 'prestigious' di Jawa Timur. Lagipula, si dia itu cantik banget, kan lumayan ada bahan biar bisa dempet-dempet sama cewek bening wkwkwkw. Kemudian keluarlah insting kepo untuk menyelidiki asal muasal mengapa dia yang kompetitif banget bisa menolak lomba itu. Awalnya sih, aku kira dia udah risih sama aku gara-gara ada gosip aku suka sama dia. Untung dugaanku salah, karena dia masih betah ngomong lama berdua sama aku sampai sekarang. Aku interogasi dia terus dan akhirnya dia beritahu alasannya. Alasannya benar-benar mengejutkan buat aku. NGGAK DIBOLEHIN SAMA ORANG TUA GAESS!!

Anjay
Gaboleh ikut anjayy!!


Sekilas emang nggak masuk akal kalau orang tua tidak mengijinkan anaknya untuk ikut lomba. Kan sayang banget, sudah punya modal penuh tinggal gas pol tapi nggak dibolehin. Tapi ternyata emang itu masalah dia, kata orang tuanya percuma ikut lomba tapi nggak pernah menang. Iya sih kita belum pernah menang, tapi kan emang kita belum punya cukup pengalaman sama ilmu waktu itu. Kadang kita lolos sampai semifinal, kadang juga kita bahkan nggak lolos penyisihan. Tapi semua kan normal karena sejatinya kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Jadi, aku bujuk dia biar mau ikut.

Si dia yang 'ngebet' pingin ikut lomba berusaha membujuk orang tuanya. Tapi hasilnya nihil, adanya dianya yang dimarahin, katanya. Yaudah, giliran kita yang bujuk orang tuanya. Waktu itu, temankulah yang berusaha melunakkan hati orang tuannya. Bermodal niat baik, uang 2000 gua dan wartel sekolah, teman gua menelepon mamanya sambil kita bantu menjawab. Sebut saja teman gua yang telepon itu Ari (Nama Sesungguhnya). Pertama, Ari menjelaskan kenapa kita pingin ngajak si dia buat lomba. Terus, gantian mamanya yang ngomong.

"Emangnya kamu bisa njamin kalau kamu bisa menang?"

"Nggak menjamin sih ai, tapi kita akan coba", 'Ai' itu istilah mandarin buat tante. Bacanya a-i.

"Kamu ranking paralel berapa?", Mamanya tanya.

"Ranking 33 ai", jawab Ari dengan jujur.

"Kamu ranking 33 mau ngajak anak saya ranking 1 paralel, yakin kamu?"

WTF
WTF mom?

Karena nada mamanya agak tinggi, aku yang ada di sebelah Ari denger dan spontan keluar box wartel buat ketawa ngakak.

Si Ari langsung diam nggak tahu mau ngomong apa. Yang bisa dia lakukan setelah itu cuma dengering ceramah mamah si dia. Abis telepon, si Ari keluar dan mengerutu sambil cerita apa yang mama si dia katakan. Tapi emang aku sam Ari setuju kalau pertanyaan itu bener-bener menyakiti perasaan kita. Tapi yaudah kita terima aja, kalau sudah orang tua yang bilang begitu kita gak bisa berbuat apa-apa lagi kan?

Yang bikin aku heran itu waktu Ari cerita tentang ceramah mamanya si dia, mamanya bilang gini, "Anak saya loh, untuk mengejar paralel 1 waktu 24 jam itu nggak cukup, butuh 28 jam dia", dari sini, kita sadar kalau mamanya cuma ingin anaknya tidak menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang tidak terjamin. Namanya juga orang tua, orang tua baik mana yang tidak menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya. Apalagi, si dia itu cewek tunggal. Kebayang kan gimana perasaan orang tuanya kalau anaknya gagal?

⁂------⁂

Guys, dari ceritaku tentang temenku ini. Gua berpesan kepada kalian, jangan sampai kalian durhaka sama orang tua kalian sendiri. Si dia itu anaknya benar-benar patuh sama orang tuanya. Remaja umumnya bakalan memaksa untuk ikut lomba tersebut, sebaliknya si dia tetap mendengar nasihat orang tuanya. Dia lakukan itu karena ia tahu bahwa orang tuanya hanya ingin anaknya tidak gagal kelak. Mereka ingin yang terbaik untuk si dia, makanya mamanya tidak mengijinkan biar si dia bisa fokus mengejar paralel sekolah. Lumayan loh menjadi orang nomor satu dari 541 siswa lain se-angkatan MIPA. Jadi, hormatilah orang tuamu, aku yakin kalian tidak akan menyesal kalau melakukan hal tersebut. Aku rasa itu aja pesan dari aku kali ini. Goodbye!

⁂------⁂

Btw gaes, dalam lomba itu, aku sama si Ari lolos sampai semifinal. Sementara teman-temanku di tim satunya bisa sampai di final! Kita bangga banget karena kita tahu gaada satupun dari kita yang belajar buat lomba. Soalnya, waktunya berbenturan sama UAS sekolah, jadi kita fokus rapor dulu baru lomba. Plop twist, kita pingin banget kirim sertifikat kita ke mama dia dan bilang "Makan nih, coba anakmu ikut pasti menang!". True story, tapi kalau kayak gitu gua pasti udah jadi batu sekarang. Udahlah, nantikan cerita selanjutnya. Cya!

Medspin 2018
Yang ganteng sebelah kanan itu aku. Coba tebak Ari yang mana? Sama lomba apa?


Thursday, November 15, 2018

Kelas Olimpiade

Sedikit bocoran tentang hidupku, aku merupakan salah satu siswa yang bisa dibilang pintar di sekolah. Aku tertarik dengan mata pelajaran yang sekiranya 60% anak IPA gak suka, atau bisa dibilang 'benci', yaitu fisika. Karena aku sadar aku punya potensi, mendaftarlah diriku untuk mengikuti ekstrakulikuler OSN Fisika.

Selama ikut OSN, aku diajari banyak materi baru yang kebanyakan materi tingkat lanjut dan ditujukan buat lomba. Materinya emang susah banget, kadang ngerti seringnya nggak. Guru gue pernah bilang gini, "Kalo selama 45 menit kita bertemu belum ada gejala pusing, mual, muntah, dll. berarti kta belum belajar apa apa." Dan emang bener kok, pernah sekali waktu kami berlima pusing selam hampir setengah jam cuman gara-gara soal yang isinya yoyo diputer di bidang miring.

Belajar Fisika
Salah satu materi yang aku pelajari

Dari situ, pertanyaan datang dari temen temen. Kok kalian mau sih ngitungin hal sepele dan gak diperlukan setiap saat kayak yoyo itu? Jika direnungkan, ada benernya juga apa perkataan temen-temen gue.

Tapi guys, mereka gak sadar akan satu hal, yaitu manfaatnya. Jelas yang pertama gua gaperlu pusing buat belajar fisika lagi buat ulangan (Jangan ditiru), jadi sudah ada garansi nilai bagus buat fisika walaupun tidak selalu dapat seratus. Kedua, kita jadi terbiasa berpikir kritis. Mengerjakan soal OSN fisika tanpa berpikir kritis itu sama seperti jalan gak pake mata, pasti kesasar. Dan yang terakhir yang menurutku paling berguna adalah fakta dimana aku sudah selangkah lebih maju daripada teman seumuranku. Dengan belajar lebih, aku sudah mengantongi modal lebih untuk menghadapi dunia yang kejam ini. Oh iya, bonusnya kalo kalian mau bikin trickshot kalian udah bisa 'ngitung', dan kalo berhasil temen kalian pasti bilang, "Ni anak pasti pake rumus." Btw, ini true story lho nggak ngarang wkwkwkwkwk.

Jadi, untuk kalian para pelajar Indonesia, belajarlah. Tidak ada salahnya untuk belajar lebih awal dari yang lainnya. Buat kalian para pejuang lomba dan OSN, tetap semangat belajar. Bocoran lagi dari gua, hadiahnya gede lho! Banyak banget buat pelajar kere kayak kita wkwkwkwk. Buat yang mau tau hadiahnya dari mana, tunggu postingan selanjutnya ya! Stay Tuned!

Saturday, November 10, 2018

Bingung Mau Tulis Apa

Sejak pertama mau bikin blog, terus bikin postingan pertama tentang perkenalan, aku bertekat buat menulis setiap hari. Iya, apapun cerita akan aku bagikan di blog ini. Tapi nyatanya? Baru hari pertama udah bingung mau nulis apa. Kayaknya sih dulu waktu mau bikin blog ini udah yakin mau cerita apa aja, tapi kok semua ide langsung hilang. Makannya, hari pertama udah skip ngeblog.

Nah terus, ketemu ide ini terus gimana dong? Jadi ceritanya singkat kok dan datangnya ide itu muncul dari tempat yang tak terduga. Dimana??? Jawabannya adalah di WC. Iya di WC waktu lagi boker. Ngomong soal boker dan ide kreatif, gua jadi pingin bahas keduanya. Kalian pernah lihat gak di WowFakta atau di mana gitu, katanya ilmuwan sih waktu boker kita berpikir lebih kreatif daripada biasanya. Kok bisa? Katanya ilmuwan yang sama itu ketika kita lagi boker, otak kita berada pada gelombang alpha - theta, dimana bikin pikiran kita rileks, nyaman, sekaligus bisa berpikir kreatif dan menghasilkan ide-ide tak terduga. Jujur aja deh, siapa yang pernah dapet ide brilian waktu boker? Semua pasti pernah kan?

WC nyaman
Apalagi WC nya bersih kayak gini. Makin moncer idenya

Kalau dipikir-pikir sih, bisa gak ya kita manfaatin boker buat menghasilkan ide-ide cemerlang? Jawaban gua sih yes, bisa kok. Tapi yang perlu kalian tahu, gak harus dari boker. Buat mikir seperti waktu lagi boker juga bisa ketika mandi. Mandi sama boker sama sama bikin otak kita berada pada fase itu, kayaknya. Kalau dari pengalaman pribadi gua emang udah terbukti khasiatnya. Dan dari hasil pemikiran gila gue, kalo kita mau bikin apa dan gak ngerti mau ngapain, bawa mandi aja atau boker. Entar pasti datang kok idenya wkwkw... Tapi dengan catatan JANGAN PERNAH BAWA HP! Kalau kalian bawa hp, suasananya lain dan ga jadi nikmat. Salah-salah kalo hapenya nyemplung WC, ide gak dapat malah galau yang didapat.

Nah jadi buat kalian yang otaknya lagi macet, coba trik gue diatas. Siapa tau dateng ide-ide tak terduga yang bisa membantu kalian. Selamat berkarya!