![]() |
| Ini adalah logo Hari Guru Nasional tahun 2018 |
Untuk merayakan hari guru ini biasanya diadakan upacara di sekolah dan dinas pendidikan setempat. Kadang di sekolah-sekolah tertentu hari ini dijadikan ajang untuk memberi penghargaan kepada guru kita. Contohnya seperti di sekolah gua, dimana di tengah-tengah amanat upacara kita menyayikan lagu 'Hymne Guru' kemudian anak OSIS membagikan bunga mawar segar kepada semua guru yang ada di lapangan upacara. Aku jadi penasaran gimana cara sekolah kalian merayakan hari guru. Yang mau bagi cerita tulis aja di kolom komentar ya!
By the way guys, rasanya kurang greget kalau merayakan hari guru tanpa membicarakan guru itu sendiri. Spesial buat merayakan hari ini, kita akan berbicara tentang guru killer. Guru killer? Gurunya tukang jagal? Yang nggak tau guru killer ndeso!
Di sekolah kalian pasti ada yang namanya guru killer. Guru ini adalah tipe guru yang akan dikenang sepanjang masa oleh siswa yang diajarnya. Kok bisa? Biasanya ada kesan-kesan yang membuat siswa itu segan atau malah takut sama guru satu ini. Guru killer itu macam-macam, ada yang galak bagaikan macan yang siap menerkam siswa, ada yang super disiplin seperti Kim Jong Il (Bapaknya Kim Jong Un), ada juga yang suka main nilai kayak playboy main cewek, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bicara tentang sekolah gue, gurunya itu ada 80 lebih. Guru yang tergolong killer ada sekitar 8. Jadi mungkin ada 10% guru yang tergolong killer di setiap sekolah. Kalau lebih ya gue cuma bisa bilang, "Mampus lu! Makan tuh guru killer!"
![]() |
| Ilustrasi aja udah creepy, gimana real life nya? |
Andai kata kalian diajar oleh guru ini, kalian pasti mengalami jantungan, kebingungan, muncul amarah dan dendam, dan kelas menjadi horor. 1 jam pelajaran terasa seperti 1 hari 1 malam. Kalian jadi seperti tokoh utama film 'Azab Siswa Durhaka Sama Gurunya'. Tapi tenang aja, gua punya tips untuk menghadapi guru killer kalian. Ini dia tipsnya :
1. Kenali Gurumu
Berusahalah untuk mengenali guru anda sekalipun anda tidak mau mengingatnya dalam hidup. Temukan apa yang membuat dia berbuat demikian sehingga kalian menjadi takut. Jika sudah tahu, maka gunakan itu sebagai taktik supaya guru tidak melakukan hal yang bikin kalian tidak betah belajar. Atau gunakan untuk melunakkan hati beliau. Siapa tahu hati kecilnya tersentuh dan jadi guru chiller.
![]() |
| Contoh yang baik sekaligus barokah |
Contohnya nih, gua punya guru yang pelit nilai setengah mati. Saking pelitnya, pada ulangan pertama dari 91 anak hanya ada 1 anak yang tuntas. Gua cari apa yang bikin dia pelit nilai, ternyata dia mau jawaban dan cara persis per kata dan per huruf seperti yang dia ajarkan. Yaudah, setiap kali pelajaran dia gua pasang kuping dan pakai jurus copy paste no jutsu. Alhasil gua termasuk siswa yang nilainya tuntas pada ulangan selanjutnya.
2. Bersikaplah Aktif dan Baik
Guru mana yang tidak suka ketika anak didiknya aktif? Biasanya saking killernya, kelas yang kayak pasar bisa jadi kelas mati. Terus gurunya malah makin menjadi-jadi. Makanya cobalah untuk bertanya dan menjawab apa yang dibicarakan oleh guru itu. Tapi ingat, jangan kebanyakan tanya. Tunggu dia selesai berbicara barulah bertanya. Selain itu ingat juga tips pertama tadi, soalnya ada juga guru yang nggak suka muridnya tanya banyak. Bersikaplah baik pula biar kamu jauh dari masalah sama dia.
3. Belajar Menerima Apa Adanya
![]() |
| Setuju! |
Di sekolah gue, dalam satu angkatan satu mapel bisa diajar 3 guru berbeda. Udah berkali-kali kelas gue pas kedapetan yang killer. Ini nggak tahu kelasnya apa aku aja yang bernasib sial selama di SMA. Tapi masa terus gua protes ke sekolah minta ganti guru gitu? Atau mogok belajar karena gurunya nggak enak? Nggak kan! Kalau lagi dimarahin ya dengerin aja, jadiin pelajaran buat bahan instropeksi diri aja. Intinya kawan, apapun yang telah diberikan pada kita, terimalah apa adanya dengan tulus. Cobalah untuk mengubah kesan negatif menjadi kesan positif alias bawa positif thinking aja bro. Kalau udah kayak gini, dijamin guru sekiller apapun jadi enak. Serius! Enjoy aja!
4. Ada Masalah? Bicarakan Baik-Baik
Sekarang ini abad 21, generasi millenial. Biasanya kalau ada pendapat yang berbeda, mereka akan berusaha mengekspresikan pendapatnya. Kadang kita juga nggak terima dengan keputusan guru, terus kita jadi 'nyolot' atau melakukan protes berlebih kepada guru. Aku tekankan ya guys, perbuatan seperti itu DILARANG! Kalau ada masalah, bicarakan baik-baik. Mereka adalah orang yang lebih tua dari kita dan aku yakin semua pendidikan moral mengajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua. Apabila permasalahan kalian menemukan jalan buntu, cobalah untuk minta pertolongan guru lain untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, dilarang keras nyolot ke guru!
Terlepas dari semua hal diatas, sadarilah bahwa sejatinya tidak ada guru yang mau berbuat jahat kepada anak didiknya. Mereka melakukan hal-hal tersebut dengan tujuan mendidik kita, supaya kita menjadi manusia yang lebih manusiawi. Mungkin cara mereka salah di mata kita, namun ia melakukannya untuk kebaikan kita kelak. Sekiller-killernya guru, mereka juga manusia dan merupakan orang tua kita di sekolah. Oleh karena itu, kita harus menghormati semua guru tak terkecuali guru killer kesayangan kalian wkwkwkwk. Aku rasa sampai disini dulu pertemuan kita. Selamat Hari Guru semua!




No comments:
Post a Comment